Cakrawala #3(Singkat 2)


SINGKAT

Pada saatnya, semua rasa akan menemuimu dan memenuhi jiwamu.

Sekalipun meski itu tak akan pernah terlintas di benakmu.

Meski semua tak seindah scenario pemikiran mu.

Semua perlahan akan menemui dan menyapamu.

Seperti halnya malam ini, setelah kau menikmati indahnya senja pada akhirnya malam akan datang dan membuat langit menghitam gelap. Kecuali jika kau telah ditakdirkan, maka bintang-bintang akan menghiasi gelapnya malam.

 

Sunyi ku dambakan untuk menyerap setiap kata yang kau lontarkan

Mungkin intuisiku salah terhadapmu, atau memang ragu sedang menerjangku?

Meredalah semua, aku butuh ruang.

Beberapa diksi yang ku terima, apakah itu ragumu atau rayumu?

Memang sang kirana mentari sering menyapa ku dan menyampaikan isyarat akan mu

Rasaku memang mudah luluh terhadapmu. Apa aku salah, memberimu sedikit ruang?

Kita memang tak pantas dalam ilusi diri dan pemikiran.

Semua harapan ini memang fana dan kan segera usai

Aku harus memulai kembali dengan pijakan kokoh pada keyakinan diri,

Terima kasih sudah mengukir banyak kisah tentang sebuah enigma dan telah hadir pada garis takdir.

Kini langkah alur ceritaku menuju kenyataan bukan fana atas luka yang telah banyak menyayat diri.

Bukannya aku bersikap egois, tapi lebih baik akhiri dari pada meringis teriris.

Harapan itu mulai ku kubur dalam – dalam agar semua tak pernah kutemui lagi.

Terima kasih atas ikatan yang telah kita perkuat dengan sebuah janji.



-Suara dari perempuan

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer