Kafetaria

Sewindu sudah terlewati.
Masa kecil telah terlalui.
Kini, berpijak sudah di tangga menuju proses pendewasaan diri.

Ilusi tak bertepi, harapan bahkan pencapaian segera dirakit diri.

Januari lalu, malam sunyi menjadi saksi bisu pertemuan antar diri setelah sewindu yang terlewati.

Rasa yang terperosok begitu dalam, kini muncul kembali dan terdiam.

Waktu singkat yang berkesan untuk sekedar singgah dan memecah rindu yang melekat.

Rindu semua tercurah, melalui satu cup minuman cokelat malam itu, sungguh.

Malam baik ya, begitu membuat rindu meruntuh dan candu untuk bertemu.

Singkat sekali memang, namun pasti dan tak ingin di akhiri.

Memang seandainya berandai-andai aku ingin kembali, meski alih-alih hanya ilusi, tak apa semua andai-andai dan mimpi akan segera kembali. Tenang saja.

~

Juni Singgah,

"Kesan Juni, tentang pertemuan diri, lepas rindu terobati pada sosok yang ditemui."

Lama mendamba, pertemuan antar diri. Juni singgah dengan penuh harapan.

Melangkah beberapa pijakan menelusuri lorong kafetaria, dimana beberapa waktu menuju pertemuan antar diri dan meluruhnya semua rindu.

Sorot mata saling bertemu.

Berlari kecil menghampiri,

Dekap peluknya kurasakan kembali.
Bahagia, sedih semua kehendak sang kuasa. Sang kuasa begitu baik kepadaku, mengembalikan semua andai-andai dan mimpi yang berawal dari ilusi di Januari menjadi terealisasi dan tercapai.

Suasa tenang, aroma kopi dan iringan melodi begitu menenangkan dan meruntuhkan semua rindu.

Canda gurau dan cakap ringan yang terlontar memecah bisu.
Sosok ekstrovert yang begitu akrab dengan senyum dan tawa, membuat siapapun yang berkata dengan nya di buat nyaman.

Beralih dengan suasana kafetaria dengan orang-orang ramah di dalamnya, membuat siapapun rela membuang waktunya untuk sekedar berdiam diri dan mencari inspirasi.

Episode terbaik skenario Tuhan.
Kafetaria saksi meluruhnya tuju.
Episode dimana selalu memaksa ku kembali untuk terobos ruang waktu dan mengembalikan ingatan hangat untuk dirasakan kembali.

Hal paling berkesan atas semua dambaan yang terabadikan dalam lamunan dan catatan buku harian.

Bandung, 23 Juni 2019

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer