Terbit Dalam Pikiran

Waktu waktu waktu.
Begitu cepat kau berlalu.
Lalu, ku hanya bisa mengadu pada langit abu-abu.
Atau, hanya sekadar membisu dalam candu.

Candu,
Iya candu, candu akan waktu yang terus memaksa ku kembali masuk ruang waktu.

Memulai suatu isu,
Dimana semua membisu dalam hanyut alur melodi baru.

Melodi baru yang menggambarkan dirimu. Dirimu yang terpaut jarak dengan ku.

Tentang alur waktu
Tentang rasa rindu
Tentang jalan lalu
Tentang diri kamu

~

"Jalan yang dilewati memanggil memori kembali. Tentang pertemuan antar diri yang selalu ingin di temui. Singkat namun banyak histori. Tentang kasih sayang murni, tulus dari hati."

Mengingat, merasa kembali episode terbaik bersama juni.

Mencoba memasuki ruang waktu
Dimana lantai yang di pijak
Dan kursi yang di duduki
Menyimpan banyak memori.

Bagai puyuh laga, benar-benar ingin ku saat itu.

Cahaya bumi kekuningan, ramainya jalan dan orang-orang yang mengukir kesan, menjadi saksi ku melangkah menjauh.

Tak ingin hingga biang-biang kain dengan semua momen-momen yang telah ku ukir.

Diri selalu berusaha mengembalikan dan mengendalikan ingatan tajam untuk kembali bersua pada kertas berderet alfabet.

Rindu yang sebam, inginku ubah menjadi gemerlap indah suatu histori

Hati kerap kali berbisik, "Hampiri dan temui, mungkin cara terbaik untuk sekadar mengobati".

Bandung, 06 Juli 2019

Komentar

Postingan Populer